1.000 Warga Belitung Gelar Nyirih Massal untuk Lestarikan Tradisi dan Dongkrak Pariwisata

KILASEVENT.COM – Sebanyak 1.000 warga Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengikuti kegiatan menyirih massal di Tanjung Pendam, Belitung, pada Jumat. Kegiatan ini digelar sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mendorong kebangkitan pariwisata daerah.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani yang turut serta dalam kegiatan tersebut mengatakan, tradisi menyirih merupakan warisan budaya masyarakat yang perlu dijaga dan dilestarikan.
“Tradisi menyirih ini merupakan warisan budaya masyarakat yang harus dijaga dan dilestarikan,” kata Hidayat.
Menurut dia, menyirih massal yang melibatkan 1.000 warga Belitung itu merupakan bagian dari rangkaian Festival Budaya Napak Sire Belitung 2026. Agenda tersebut diharapkan mampu mendorong kemajuan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat setempat.
Ia menambahkan, menyirih tidak hanya menjadi bagian dari adat istiadat, tetapi juga mengandung nilai silaturahmi, penghormatan, dan kebersamaan dalam membangun daerah.
Hidayat juga mengajak generasi muda untuk ikut menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah agar tidak hilang seiring perkembangan zaman. Ia berharap anak muda dapat berkreasi dan berinovasi agar budaya lokal semakin dikenal luas.
Sementara itu, Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menyebut Festival Budaya Napak Sire Belitung tahun ini dapat menjadi pemicu kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
“Budaya sekapur sirih telah mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat sebagai bagian dari upaya membangkitkan kembali kebudayaan daerah ini dan festival tentunya menjadi salah satu trigger untuk mendukung sektor pariwisata di Pulau Belitung,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Kementerian Pariwisata RI menyerahkan penghargaan kepada Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani. Penghargaan tersebut menempatkan Festival Budaya Napak Sire sebagai salah satu dari 125 acara terpilih dalam Kharisma Event Nusantara 2026.
