Wamenpar: IPOS X Jadi Momentum Perkuat Daya Saing Industri Event
KILASEVENT.COM – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menilai penyelenggaraan Indonesia Professional Organizer Summit Vol. 10 (IPOS X) menjadi momentum penting untuk memperkuat daya saing global industri event Indonesia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis MICE.
“IPOS bukan sekadar sebuah event, tetapi gerakan bersama untuk memajukan, meningkatkan profesionalitas, dan mengangkat martabat industri MICE serta event Indonesia di panggung nasional dan global,” kata Ni Luh dalam diskusi di Jakarta, Selasa.
Ni Luh menambahkan, satu dekade perjalanan IPOS menjadi tonggak penting bagi perkembangan industri event nasional. Menurut dia, IPOS telah tumbuh menjadi ruang strategis yang mempertemukan ide, kolaborasi, dan transaksi nyata, sekaligus menghubungkan para profesional event dari seluruh Indonesia.
Ia juga menilai industri event ke depan masih akan terus berkembang seiring tren global, seperti meningkatnya penyelenggaraan hybrid event, kebutuhan corporate travel yang semakin besar, serta penguatan infrastruktur convention di berbagai negara.
Untuk memperkuat industri event nasional, pemerintah mendorong penguatan pada sejumlah aspek, mulai dari regulasi dan tata kelola, peningkatan kapasitas dan standardisasi, hingga konektivitas dan infrastruktur. Pengembangan portofolio intellectual property (IP) event serta skema insentif yang adaptif juga disebut penting untuk meningkatkan daya saing.
Ni Luh menegaskan, seluruh langkah tersebut perlu didukung kolaborasi erat seluruh unsur pentahelix sebagai fondasi utama membangun industri pariwisata yang kuat.
“Dengan langkah-langkah tersebut, industri event diharapkan tidak hanya tumbuh, tetapi juga semakin berkualitas, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, IPOS Vol. 10 menghadirkan sejumlah agenda strategis, antara lain IPOS Smart Forum berupa seminar nasional dan diskusi kolaboratif tentang tren serta isu strategis industri, forum Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan buyer dan seller terkurasi, IPOS Champion’s Night, serta 360° Business Networking.
Wakil Ketua Umum II DPP IVENDO Romi Rismawan menyatakan keterlibatan IVENDO dalam IPOS merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri event nasional.
Menurut dia, IPOS mencerminkan industri event yang semakin matang, terhubung, terkurasi, dan berorientasi pada dampak.
“Kemajuan industri tidak dibangun oleh satu pihak, melainkan melalui kolaborasi yang saling melengkapi antara komunitas, asosiasi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Romi.
Sementara itu, Founder IPOS Harry D. Nugraha menyebut dalam satu dekade penyelenggaraan, IPOS telah melibatkan 78 seller dan 172 buyer. Kegiatan ini diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.798 potensi volume event, 454 prospek bisnis dengan nilai lebih dari Rp396 miliar, serta menciptakan 51.188 lapangan kerja di 34 provinsi di Indonesia.
“Puncak business floor akan berlangsung pada hari kedua, menjadi ruang kolaborasi konkret untuk membangun industri event dan mendukung kemajuan bangsa,” kata Harry.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
