Seni Budaya Jadi Daya Tarik Utama Destinasi Wisata, Kata Wamenpar

KILASEVENT.COM – Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyebut pertunjukan seni dan budaya dapat menjadi salah satu daya tarik utama sebuah destinasi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

“Atraksi atau pentas kesenian merupakan salah satu daya tarik bagi wisatawan. Ditambah lagi pelaksanaannya bertepatan dengan libur sekolah dan musim liburan musim panas,” kata Ni Luh dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Pekan Kesenian Bali (PKB) 2026 di Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/6). Ajang yang mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” tersebut berlangsung pada 13 Juni hingga 11 Juli 2026 dan memasuki penyelenggaraan ke-48.

Ni Luh mengatakan PKB kembali masuk jajaran event unggulan Karisma Event Nusantara (KEN). Menurut dia, hal itu menegaskan bahwa PKB tidak hanya penting bagi Bali, tetapi juga menjadi agenda budaya nasional yang memiliki daya tarik di tingkat nasional maupun internasional.

PKB 2026 menampilkan beragam karya seni yang menjadi ruang refleksi kultural sekaligus mempertegas upaya menjaga keseimbangan dimensi sakral, sosial, dan ekologis dalam kehidupan masyarakat Bali. Ajang ini juga menjadi bukti eksistensi PKB sebagai agenda budaya tahunan terbesar dan tertua di Bali sejak pertama kali digelar pada 1979.

“Ini menunjukkan kuatnya komitmen Bali dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah,” ujar Ni Luh.

Ia berharap penyelenggaraan PKB 2026 mampu menarik lebih dari 1,6 juta pengunjung.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster mengaku bangga atas keterlibatan generasi muda, termasuk anak-anak usia dini, dalam berbagai pertunjukan seni di PKB 2026. Menurut dia, hal itu menunjukkan regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali terus berjalan.

“Kehadiran mereka menunjukkan bahwa regenerasi pelaku seni dan budaya di Bali berlangsung secara nyata dan berkelanjutan. Seni dan budaya Bali mampu bertahan sekaligus berkembang menghadapi dinamika lokal, nasional, maupun global,” kata Koster.

Koster menegaskan kebudayaan merupakan fondasi utama pembangunan di Bali. Menurut dia, budaya berperan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari basis pengembangan pariwisata, sumber lahirnya karya seni kreatif dan inovatif, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Dalam rangkaian pembukaan, Ni Luh juga menyaksikan Peed Aya atau pawai budaya yang menampilkan hasil kurasi potensi daerah di Bali. Pawai tersebut menampilkan kekayaan seni, budaya, alam, ekonomi, dan pariwisata dari kabupaten dan kota se-Bali.

Daerah yang ambil bagian dalam pawai itu antara lain Buleleng, Badung, Jembrana, Tabanan, Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasem, dan Denpasar.

Ni Luh kemudian menyerahkan sertifikat Karisma Event Nusantara kepada Gubernur Bali sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi PKB yang kembali terpilih dalam program KEN 2026.

Rangkaian kunjungan kerja Menpar dilanjutkan pada malam hari bersama Gubernur Bali dengan menghadiri Rekasadana atau pagelaran seni di Ardha Chandra Art Centre, Denpasar, yang masih menjadi bagian dari PKB 2026.

Event Hunter
Pemburu event, suka membahas tentang keunikan sebuah event.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya