Dalam WHA, BPOM Soroti Kolaborasi untuk Dorong Inovasi dan Kepercayaan pada Vaksin

22 May 2026 • 20:58 Event Hunter

KILASEVENT.COM – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menekankan pentingnya kolaborasi, penguatan sistem regulatori berbasis sains, dan harmonisasi regulasi untuk mempercepat pengembangan serta meningkatkan kepercayaan terhadap vaksin dalam World Health Assembly (WHA) ke-79.

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan sistem regulatori yang kuat merupakan elemen strategis untuk memperkuat kepercayaan sekaligus mendorong percepatan pengembangan dan produksi vaksin, terutama di negara-negara Global South.

“Sistem regulatori yang kuat menjadi elemen strategis untuk memperkuat kepercayaan sekaligus mempercepat pengembangan dan produksi vaksin, terutama di negara-negara Global South,” kata Taruna di Jakarta, Kamis.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam sesi panel bertajuk Building Resilient Vaccine Ecosystems di WHA. Menurut Taruna, kolaborasi dan inovasi perlu terus diperkuat agar sistem kesehatan global menjadi lebih tangguh menghadapi tantangan di masa depan.

Ia menegaskan, dalam situasi yang terus berkembang, kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.

Pertemuan WHA ke-79 yang berlangsung pada 18—23 Mei 2026 menyoroti sejumlah isu penting dalam penguatan sistem kesehatan global. Di antaranya peningkatan akses terhadap produk kesehatan, penguatan kapasitas manufaktur lokal, serta penguatan sistem regulatori.

Dalam sesi Address by the Director-General of WHO pada Selasa (19/5), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan capaian organisasi itu selama 12 bulan terakhir. Salah satunya adalah penetapan lima negara tambahan sebagai WHO-Listed Authority (WLA).

Kelima negara tersebut adalah Australia, Kanada, Indonesia, Jepang, dan Inggris.

Taruna menilai keputusan itu menjadi pengakuan internasional atas kapasitas sistem regulatori Indonesia dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk kesehatan sesuai standar global.

Sejalan dengan agenda penguatan sistem kesehatan global, Pemerintah Republik Indonesia bersama Developing Countries Vaccine Manufacturers Network dan sejumlah mitra global juga menggelar side-event bertajuk Advancing Local Production for Equitable Access, Resilient Health Systems, and Global Health Security.

Forum tersebut menjadi ruang strategis bagi para pemimpin kesehatan global, regulator, organisasi internasional, produsen vaksin, dan mitra pembangunan untuk mendorong penguatan kapasitas produksi lokal dan regional demi ketahanan kesehatan global.

Side-event itu turut menghadirkan sejumlah tokoh kesehatan dunia, termasuk Menteri Kesehatan RI, Menteri Kesehatan, Kesejahteraan, dan Olahraga Belanda, Direktur Jenderal NAFDAC Nigeria, CEO CEPI, CEO Gavi, serta para pemimpin lembaga kesehatan internasional lainnya.

Event Hunter
Pemburu event, suka membahas tentang keunikan sebuah event.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya