Meremajakan Kota Tua Padang

01 May 2026 • 05:40 Event Hunter

KILASEVENT.COM – Revitalisasi kawasan Kota Tua Padang tidak hanya dimaknai sebagai perbaikan fisik bangunan dan lingkungan, tetapi juga upaya menghidupkan kembali kawasan bersejarah itu sebagai pusat budaya dan ekonomi.

Sore hari saat langit mendung menyelimuti Kota Padang, suasana di kawasan Batang Arau justru terasa memikat. Dari atas Jembatan Siti Nurbaya, cahaya matahari yang tertahan awan memantul redup di permukaan sungai, sementara perahu-perahu nelayan melintas di arus Batang Arau yang kecokelatan.

Di tepi sungai, pengunjung berdatangan untuk menikmati suasana kota tua, singgah di kafe-kafe tepian, atau mencoba wisata kuliner dengan pengalaman berbeda. Salah satu yang menarik perhatian adalah kafe terapung yang menggunakan dua perahu fiber berbentuk persegi, lengkap dengan sofa melingkar dan meja di bagian tengah.

Pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman sambil menyusuri sungai secara perlahan. Konsep ini menjadi daya tarik baru wisata Padang, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan Batang Arau dari sudut pandang berbeda.

Batang Arau sendiri menyimpan nilai sejarah penting. Pada masa lalu, sungai ini menjadi pusat perdagangan dan pelabuhan utama di Pantai Barat Sumatera. Jejak kejayaannya masih terlihat melalui bangunan-bangunan tua peninggalan VOC yang membentang hingga kawasan Kampung Cina.

Kawasan Kota Tua Padang meliputi sejumlah wilayah seperti Muaro Batang Arau, Pasar Gadang, Pasar Batipuh, Pasar Mudik, Palinggam, Kampung Pondok, Kampung Jawa, hingga kawasan pesisir. Sebagian bangunan tua di area ini masih berdiri dan dimanfaatkan sebagai kafe, tempat hiburan, maupun kantor.

Namun, kondisi kawasan belum sepenuhnya tertata. Di sejumlah titik, dermaga kayu terlihat berdiri tak beraturan. Saat air surut, sisa dermaga, bangkai kapal, lumpur tebal, serta sampah plastik yang terbawa arus kerap tampak di sepanjang sungai.

Di Jalan Klenteng, suasana juga terasa kontras. Sejumlah bangunan tua masih berdiri, tetapi ada pula yang terbengkalai sehingga menambah kesan usang. Meski demikian, kawasan Pecinan di sekitar Klenteng Lama See Hin Kiong tampak lebih hidup dengan kehadiran kafe-kafe modern dan aktivitas warga.

Dari kawasan itu, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan ke area keturunan India di Pasar Batipuh hingga Pulau Air, lalu kembali ke Batang Arau dan melihat sejumlah bangunan bersejarah lain yang kini beralih fungsi. Revitalisasi kawasan ini diharapkan mampu menjaga warisan sejarah sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Event Hunter
Pemburu event, suka membahas tentang keunikan sebuah event.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya