Bank Jakarta Gelar XPORIA 2026 di Balai Kota pada 20-23 April
KILASEVENT.COM – Bank Jakarta akan menggelar Bank Jakarta XPORIA 2026 di Balai Kota Jakarta pada 20-23 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-65 bank tersebut.
Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan, kegiatan itu menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem ekonomi terintegrasi melalui kolaborasi antara sektor perbankan, pelaku usaha, dan nasabah, khususnya aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“XPORIA bukan sekadar pameran, tetapi ruang pengalaman yang mempertemukan merchant, nasabah, dan layanan perbankan dalam satu ekosistem. Ini bagian dari komitmen kami membangun konektivitas ekonomi yang lebih efisien dan terintegrasi,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Kamis.
Ia menegaskan, penguatan ekosistem ekonomi terintegrasi menjadi salah satu fokus Bank Jakarta dalam mendorong transaksi digital serta memperluas kolaborasi dengan merchant.
“Melalui event ini, kami ingin mempertemukan merchant dan nasabah agar dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan efisien. Pada akhirnya, ini akan menggerakkan roda ekonomi Jakarta secara nyata,” ujarnya.
Agus menambahkan, konsep integrasi dalam XPORIA 2026 tidak hanya menempatkan Bank Jakarta sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi juga sebagai penghubung berbagai elemen ekonomi dalam satu ekosistem kolaboratif.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengapresiasi penyelenggaraan XPORIA 2026 yang dinilai mampu menghadirkan berbagai mitra strategis dan memperkuat reputasi Bank Jakarta di industri jasa keuangan.
Menurut dia, kehadiran berbagai mitra dalam kegiatan tersebut mencerminkan meningkatnya kredibilitas dan kepercayaan terhadap Bank Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mendorong Bank Jakarta untuk terus memperluas inovasi layanan dan ekspansi bisnis.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta Arie Rinaldi menambahkan, XPORIA 2026 diharapkan memberi nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan melalui pendekatan yang tidak semata transaksional, tetapi juga kolaboratif.
“Ke depan, kami terus mendorong inovasi layanan serta memperluas kolaborasi untuk menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Arie.
