Headline

Sembilan Kemenangan Buka Peluang Para Tenis Meja Indonesia ke Podium Nagoya

KILASEVENT.COM – Tim para tenis meja Indonesia membukukan sembilan kemenangan pada hari kedua pertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Sky Hall Toyota, Nagoya, Jepang, Sabtu. Hasil ini membuka peluang sejumlah atlet melaju ke…

Event Hunter October 18, 2026 · 5:47 pm
ADVERTISEMENT970 × 90

KILASEVENT.COM – Tim para tenis meja Indonesia membukukan sembilan kemenangan pada hari kedua pertandingan Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Sky Hall Toyota, Nagoya, Jepang, Sabtu. Hasil ini membuka peluang sejumlah atlet melaju ke babak perebutan medali.

Pelatih para tenis meja Indonesia, Bayu Widhie Hapsara Purba, mengatakan pertandingan fase grup pada Senin (19/10) akan menjadi penentu bagi sejumlah wakil Indonesia untuk lolos ke semifinal.

“Komet Akbar menang. Tinggal lusa karena besok tidak ada pertandingan. Lusa itu penentuan. Kalau bisa keluar sebagai juara pul, insya Allah dia semifinal,” kata Bayu.

Komet menjaga peluang tersebut setelah mengalahkan Lin Chun-ting dari Taiwan dengan skor 3-0 pada nomor tunggal putra kelas 10.

Peluang serupa dimiliki Hamida yang mencatat dua kemenangan di tunggal putri kelas 8. Ia menundukkan Kanlaya Chaiwut dari Thailand 3-2, lalu menang 3-0 atas Balziya Tash dari Kazakhstan.

“Hamida juga tadi menang lawan Thailand. Menang 3-2, dramatis sekali. Kalau dia bisa keluar pul, Hamida juga bisa semifinal,” ujar Bayu.

Hasil positif lainnya dibukukan Leli Marlina pada tunggal putri kelas 4-5 setelah menumbangkan wakil China, Zhang Miao, 3-2 dan mengalahkan Lali Tamang dari Nepal 3-0.

Kemenangan Indonesia juga diraih Yayang Gunaya atas Munidasa Walimunige dari Sri Lanka dengan skor 3-0, Barce Layaba atas Ip Chi Keong dari Makau 3-0, Adyos Astan atas Yoy Kosal dari Kamboja 3-1, serta Kusnanto yang menaklukkan Chee Chaoming dari Malaysia 3-1.

Kusnanto bangkit setelah sebelumnya kalah 0-3 dari unggulan kedua kelas 9 asal Hong Kong, Wong Hon Lam.

“Mungkin ini event terbesar buat saya. Pertandingan pertama saya nervous, tegang, tidak maksimal,” kata Kusnanto.

Sementara itu, Barce Layaba kalah tipis 2-3 dari unggulan pertama asal Taiwan, Cheng Ming-chih, sedangkan Adyos Astan juga tumbang dengan skor sama dari wakil Thailand, Wanchai Chaiwut.

Bayu menilai para atlet Indonesia secara umum sudah menunjukkan permainan yang cukup baik, meski beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di ajang besar masih harus mengatasi rasa tegang.

“Atlet-atlet ini banyak yang sudah main bagus sebenarnya. Yang baru main mungkin sedikit ada tegangnya. Ini event besar, pasti ada rasa tegang,” katanya.

Pada Minggu (18/10), cabang para tenis meja tidak menggelar pertandingan karena bertepatan dengan upacara pembukaan Asian Para Games 2026.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

Event Hunter

Pemburu event, suka membahas tentang keunikan sebuah event.

ADVERTISEMENTResponsive