Bakom: Desa Wisata dan Event by Indonesia Jadi Fokus Pariwisata 2026

KILASEVENT.COM – Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menetapkan desa wisata dan program Event by Indonesia sebagai fokus utama pengembangan sektor pariwisata pada 2026. Kebijakan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif sekaligus pemerataan pembangunan di berbagai daerah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, Kementerian Pariwisata menjalankan lima program unggulan pada 2026, yakni peningkatan keselamatan berwisata, pariwisata berkualitas, Event by Indonesia, desa wisata, dan Tourism 5.0.
“Dalam konteks pertumbuhan yang inklusif dan pemerataan pembangunan, dua program yang menjadi fokus utama adalah desa wisata dan Event by Indonesia,” kata Qodari dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu.
Menurut Qodari, pada program desa wisata pemerintah tidak hanya mendorong penambahan jumlah desa wisata, tetapi juga peningkatan kualitas pengelolaan. Saat ini, terdapat lebih dari 6.200 desa wisata yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peningkatan kualitas dilakukan melalui berbagai program sertifikasi, termasuk sertifikasi halal yang dijalankan bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Hingga 29 Mei 2026, tercatat 31.548 sertifikasi telah diterbitkan di 1.116 desa wisata.
Pemerintah juga melakukan pendampingan pengelolaan serta menjalin kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis. Hasilnya, 50 desa wisata pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 yang mendapat pendampingan mencatat peningkatan kunjungan sebesar 44,8 persen, dari 1,6 juta menjadi 2,32 juta kunjungan. Pendapatan mereka juga naik 29,41 persen, dari Rp46 miliar menjadi Rp59,6 miliar.
Sementara itu, melalui program Event by Indonesia, Kementerian Pariwisata mendukung penyelenggaraan berbagai kegiatan daerah lewat Karisma Event Nusantara (KEN). Pada 2025, program ini menghasilkan 98 kegiatan dengan total 10,8 juta pengunjung.
Rangkaian event tersebut mencatat perputaran ekonomi sebesar Rp7 triliun, melibatkan 15.400 pelaku UMKM, serta memberi manfaat bagi 219.100 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
“Momentum ini tentu saja harus berlanjut di tahun 2026 dengan target 125 event terkurasi di 38 provinsi sepanjang tahun,” ujar Qodari.
Ia menambahkan, hingga 15 Juni 2026, sebanyak 38 kegiatan telah terlaksana dengan capaian 1,19 juta pengunjung, perputaran ekonomi Rp86 miliar, keterlibatan 4.670 pelaku UMKM, serta manfaat bagi 30.873 tenaga kerja, pekerja seni, dan komunitas.
Selain dua program tersebut, Kementerian Pariwisata juga menjalankan Tourism 5.0 melalui peluncuran platform kecerdasan buatan Maya atau Meticulous Artificial Intelligence of Indonesia. Platform ini berbasis data ekosistem resmi Wonderful Indonesia dan Kementerian Pariwisata.
“Maya dirancang untuk memberikan rekomendasi destinasi yang terkurasi, lengkap, dan selalu terbarukan. Termasuk membantu keluarga menyusun itinerary yang praktis sesuai anggaran dan ramah keluarga selama liburan sekolah,” kata Qodari.
