Jakbar Gencarkan Pameran Dekranasda ke Hotel untuk Dongkrak Industri Penginapan

KILASEVENT.COM – Pemerintah Kota Jakarta Barat menggencarkan program pameran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) di hotel-hotel wilayah setempat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor industri penginapan.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah mengatakan langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan tingkat okupansi hotel sekaligus memperluas promosi dan pemasaran produk pelaku usaha Dekranasda.
“Kami lakukan mulai tentu dari awal tahun dengan kalender event yang ada di Jakarta Barat. Kita ada Dekranasda go to mall/hotel. Itu adalah sebuah program inovasi dari Jakarta Barat yang menggelar produk-produk Dekranasda di mall dan di hotel,” kata Iin di Jakarta, Selasa.
Selain pameran produk, Pemkot Jakarta Barat melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) juga mendorong intervensi kepada asosiasi perhotelan melalui kegiatan bimbingan teknis (bimtek).
“Dari sisi perhotelan kan ada asosiasinya. Itu sudah menjadi core business dari Sudin Parekraf,” ujarnya.
Sebelumnya, Sudin Parekraf Jakarta Barat juga melakukan sejumlah upaya untuk membantu industri perhotelan yang pada 2026 tercatat melesu.
Kepala Seksi Industri Perhotelan Sudin Parekraf Jakarta Barat, Gun Gun Mujiantara, mengatakan pihaknya menggerakkan tim media sosial untuk membuat video promosi hotel-hotel binaan dan memanfaatkannya sebagai materi promosi melalui kanal media sosial Sudin Parekraf Jakarta Barat.
Selain itu, pihaknya memaksimalkan anggaran kegiatan yang terbatas dengan menggelar rapat maupun bimtek di hotel.
“Kenapa kita pilih hotel untuk beberapa kegiatan tertentu, karena kita memang punya anggaran, walaupun terbatas ya dan dari hotelnya juga beri harga diskon begitu, tidak sesuai harga aslinya lah, terutama hotel-hotel binaan kita ya. Itu salah satu caranya,” kata Gun Gun.
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta sebelumnya mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di ibu kota pada Februari 2026 sebesar 51,72 persen, turun 0,78 persen poin dibandingkan Januari 2026 dan turun 7,35 persen secara tahunan.
Untuk hotel non-bintang, TPK tercatat 36,01 persen atau turun 2,89 persen poin secara bulanan dan turun 8,5 persen poin secara tahunan.
Rata-rata lama menginap tamu hotel bintang di Jakarta pada Februari 2026 mencapai 1,59 malam, atau sekitar satu hingga dua hari. Angka itu naik tipis 0,07 poin dibandingkan Januari 2026, namun turun 0,01 poin dibandingkan Februari 2025.
Sementara itu, rata-rata lama menginap tamu hotel non-bintang tercatat 1,38 malam, naik 0,04 poin secara bulanan dan 0,01 poin secara tahunan.
Dari sisi komposisi tamu, hotel bintang di Jakarta pada Februari 2026 didominasi tamu domestik dengan proporsi 89,42 persen, sedangkan tamu asing tercatat 10,58 persen.
