IM Aditya Bagus Arfan Turun ke Posisi Lima JAPFA FIDE Rated 2026
KILASEVENT.COM – Pecatur IM Aditya Bagus Arfan untuk sementara turun ke peringkat lima klasemen kategori open JAPFA FIDE Rated 2026 setelah mengoleksi 2,5 poin kemenangan (VP).
Pada babak ketiga yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (23/5), Aditya yang sebelumnya memimpin klasemen harus puas berbagi angka untuk pertama kalinya saat menghadapi pecatur muda FM Muhamad Agus Kurniawan.
Aditya mengatakan targetnya di turnamen ini adalah tampil maksimal dan menembus tiga besar. Menurut dia, persaingan tahun ini cukup ketat karena diikuti banyak pecatur kuat.
"Target saya, cukup tiga besar. Di turnamen ini, lawannya bagus-bagus, panitianya juga bekerja maksimal. Saya nyaman mengikuti turnamen ini," kata Aditya.
Ia juga berharap performanya di ajang ini bisa mendongkrak elo rating yang saat ini berada di angka 2.370.
Hingga tiga babak yang telah selesai, posisi teratas klasemen open dipimpin IM Muhammad Lutfi Ali dengan 3 VP, diikuti Stevanky yang juga mengoleksi 3 VP. Peringkat ketiga ditempati pecatur Jerman, Tobias Voege, dengan 2,5 VP, sementara Aditya berada di posisi keempat dan Muhamad Agus Kurniawan di urutan kelima.
Di kategori challenger atau pecatur dengan elo rating di bawah 2.000, posisi pertama hingga ketiga ditempati Eri Purnama, Roy Marpaung, dan Jordan Rayson Pardomuan, masing-masing dengan 3 VP.
Vice President/Head of Social Investment PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, R Artsanti Alif, menyebut edisi tahun ini berjalan semakin kompetitif dengan kehadiran pecatur terbaik nasional serta peserta dari tujuh negara.
Menurut dia, kehadiran pecatur papan atas seperti GM Susanto Megaranto dan GM Novendra Priasmoro membuat kualitas turnamen semakin meningkat.
"Hadirnya pecatur papan atas nasional seperti GM Susanto Megaranto dan GM Novendra Priasmoro setidaknya menambah event ini semakin berkualitas dan sangat menjanjikan," kata Artsanti Alif.
Turnamen tahun ini juga diikuti 14 pecatur disabilitas asal Jakarta, terdiri atas sepuluh pecatur tunanetra dan empat pecatur tunadaksa. Khusus pecatur tunanetra, mereka didampingi selama pertandingan berlangsung.
Kehadiran peserta disabilitas tersebut menunjukkan bahwa cabang olahraga catur semakin inklusif dan ramah bagi semua kalangan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
